Info Ter-Update Seputar Game Mobile (Android & iOS)

Droider's Page View

Search Box Droid

Memuat...

Senin, 24 Agustus 2015

Cara Mudah Menambahkan Ringtone BBM di Android

Banyak orang suka menggunakan ringtone lucu dan unik untuk aplikasi chat di HP Android-nya. Sayangnya BBM tidak menyediakan fitur untuk mengganti nada deringnya dengan berbagai ringtone lucu dan unik semaunya. Nah, kalau kamu bosan dengan ringtone BBM yang itu-itu aja, Broid mau kasih tahu kamu satu trik. Inilah cara menambahkan ringtone BBM di Android tanpa root.

Menambahkan ringtone BBM di Android memang tidak bisa dilakukan dengan mudah. Sebab, aplikasi BBM di Android hanya memiliki beberapa ringtone yang disediakan oleh sistem. Sehingga kamu nggak bisa mengganti atau menambahkan ringtone semau kamu dengan berbagai file yang kamu punya. Kalaupun bisa, kamu harus punya akses root untuk menambahkan file lain pada folder sistem. Tapi kamu bisa menggunakan cara berikut yang lebih mudah dan simpel.

Cara Menambahkan Ringtone BBM di Android Tanpa Root

  • Download dan install aplikasi Zedge di bawah ini pada HP Android kamu.
  • Buka aplikasi Zedge di HP Android kamu.
    • Klik "Notification" untuk mencari ringtone yang tepat buat kamu.
    • Kamu bisa pilih ringtone yang kamu suka di daftar tersebut. Atau bisa menggunakan fasilitas pencarian dengan meng-klik ikon search di sebelah kanan atas.
    • Misalnya kali ini Jaka mau cari ringtone Minions.
    • Pilih "Notifications".
    • Kamu tinggal pilih salah satu ringtone yang kamu suka.
    • Klik tombol play di tengah untuk mendengarkan suaranya. Kalau kamu suka, kamu bisa klik "DOWNLOAD".
    • Setelah di-download, klik "SET".
    • Pilih "Notification ringtone" untuk menambahkan ringtone tadi ke daftar ringtone aplikasi BBM kamu.
    • Kalau sudah ada tulisan "Notification ringtone update", berarti sukses.
    • Sekarang buka aplikasi BBM di HP Android kamu. Lalu buka menu Settings.
    • Pada bagian "All Notifications", klik pada pilihan "Tone".
    • Nah, sekarang ringtone yang sudah Jaka download tadi sudah masuk dalam daftar dan bisa digunakan sebagai ringtone BBM di Android.
    Itulah cara menambahkan ringtone BBM di Android tanpa root. Sekarang kamu bisa menggunakan lagu atau nada-nada lucu lain sebagai ringtone untuk aplikasi BBM di HP Android kamu. Selamat mencoba!

Sabtu, 22 Agustus 2015

Cara Mudah Memindahkan Aplikasi Android ke SD Card Tanpa Proses Rooting

Cara Mudah Pindahkan Aplikasi Android ke SD Card Tanpa Root

Mungkin bagi sebagian orang yang Androidnya sudah dalam kedaan root, tentu mudah saja dalam melakukan hal apapun, termasuk memindahkan Aplikasi dari memori internal ke eksternal. Hanya saja, bagaimana dengan orang-orang yang belum berani melakukan Rooting tapi ingin memindahkan aplikasi mereka kedalam SD Card?
Tentu ada banyak faktor, mulai dari media penyimpanan internal yang sudah mulai menipis hingga faktor lainnya. Nah, sekarang Broid ingin berbagi Cara Mudah Memindahkan Aplikasi Android ke SD Card Tanpa Proses Rooting

Bahan dan Persiapan

  • Perangkat Android kamu
  • Kabel Data
  • USB Driver (tergantung merk masing-masing, dan pastikan sudah terinstall)
  • File MoveToSD (ini bukan aplikasi, melainkan File format .DAT yang akan dijalankan di Komputer). Download di sini : MoveToSD.

Langkah-langkah Memindahkan Aplikasi Android ke SD Card Tanpa Root

  • Sebelum memulai, pastikan bahwa Mode Debugging kamu sudah aktif. Caranya: masuk ke Settings > Developer options > (Centang) USB Debugging.
  • Colok dan hubungkan Android kamu ke komputer menggunakan kabel data (USB), dan pastikan telah tersambung dengan baik.
  • Setelah itu, Extract File MoveToSD.zip yang sudah di-download tadi. Di sana akan terdapat beberapa file, jalankan file yang bernama "Enable Move to SD.bat".
  • Maka akan muncul CMD (Command Prompt). Biarkan saja, tunggu beberapa saat sampai selesai.
  • Jika terlihat sudah berhasil, sekarang waktunya untuk mencoba. Masuk ke Settings > Manage Applications, Lalu pilih salah satu aplikasi yang ingin dipindahkan, kemudian klik tombol Move to SD Card.
  • Cara diatas berlaku untuk Android yang belum di-root. Jika Android kamu sudah di-root, ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan Link2SD

Jumat, 21 Agustus 2015

Cara Mudah Memindahkan Aplikasi Android ke SD Card via Link2SD


Cara Memindahkan Aplikasi Android ke Memori Eksternal dengan Link2SD
Saat ini masih banyak orang yang menggunakan smartphone Android dengan kapasitas memori internal kecil seperti Xperia X8, Galaxy Young, Galaxy Mini, dan lain-lain. Dengan memori internal yang kecil, membuat banyak aplikasi yang kita suka tidak dapat diinstal di smartphone kita. Walaupun kamu menginstal aplikasi di memori eksternal, tetap saja memori internal akan ikut terpakai.
Maka dari itu kali ini Broid akan memberitahu cara agar kamu bisa memindahkan aplikasi yang ada di memori internal ke memori eksternal. Sebelum memulai langkah-langkahnya, pastikan komponen-komponen yang dibutuhkan sudah kamu siapkan.

Berikut adalah komponen yang harus disiapkan:

  • Smartphone Android sudah dalam keadaan di-root. Jika kamu belum mengetahui cara me-rootsmartphone Android, kamu bisa lihat root dengan mudah pake Framaroot. Download di sini
  • Memori eksternal atau SD Card yang sudah dipartisi. Untuk melakukan partisi kamu bisa melihat artikel berikut ini
  • Aplikasi Link2SD. Download di sini

Setelah komponen-komponen telah kamu siapkan. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Cara Memindahkan Aplikasi Android ke SD Card

  • Install aplikasi Link2SD yang sudah di-download. Setelah diinstal, kemudian buka aplikasinya lalu pilih aplikasi yang akan dipindahkan
  • Pilih Pindah ke SD Card, kemudian pilih Ok. Tunggu hingga proses pemindahan selesai.

Cara Membuat Link Aplikasi ke Partisi Kedua

  • Buka Link2SD, kemudian pilih aplikasi yang akan dipindah.
  • Pilih Membuat Link.
  • Beri tanda centang pada Link-kan aplikasi, Link-kan dalvik-cache dan Link-kan library (jika ada). Kemudian pilih Ok, tunggu hingga proses membuat link selesai
Setelah mengikuti langkah-langkahnya, sekarang kamu bisa memindahkan aplikasi yang ada di memori internal ke memori eksternal

Gimana, mudah kan? Yuk segera praktekkan! Kalo masih bingung, kommen aja yaa di bawah :D

Cara Mudah Partisi SD Card di Android

Cara Melakukan Partisi Memori Eksternal di Android

Memori adalah bagian penting dalam setiap smartphone Android. Namun tidak semua smartphone Android memiliki kapasitas memori yang besar. Beberapa smartphone Android seperti Galaxy Mini, Galaxy Young, Sony Ericsson Xperia X8, dan lain-lain memiliki memori internal yang kecil. Dengan memori internal yang kecil, menjadikan kita menggunakan memori eksternal atau sd card sebagai cadangan memori kita.
Perlu kamu ketahui, setiap menginstal aplikasi walaupun sudah diinstal di memori eksternal, pasti memori internal akan ikut terpakai, sehingga kita tidak bisa menginstal banyak aplikasi. Maka dari itu, perlu dilakukan partisi pada memori eksternal. Berikut adalah langkah-langkah melakukan partisi memori eksternal atau sd card :

  • Download software Mini Tools Partition Wizard dan Install di komputer atau laptop kamu
  • Hubungkan memori eksternal atau sd card ke komputer menggunakan card reader
  • Buka aplikasi Mini Tools Partition Wizard kemudian pilih memori eksternal kamu lalu klik Delete
  • Klik kanan Disk Unallocated, lalu klik Create

    PARTISI 1
    Untuk menyimpan data utama seperti lagu, gambar, video, dll. Buat kapasitas yang besar
    • Create As : Primary
    • File System : fat32
  • Kemudian klik OK, setelah itu sisa memori yang ada dari memori eksternal digunakan untuk membuat partisi kedua. Klik kanan lalu pilih Create
    PARTISI 2
    • Create As : Primary
    • File System : ext2
    • Cluster size : 4 KB
  • Klik OK. Jika muncul pesan seperti ini, itu wajar karena Windows memang tidak mendukung partisi ext2
  • Buat partisi ketiga. Partisi ketiga bisa dilakukan untuk memori eksternal diatas 4GB, memori eksternal dibawah 4GB sebaiknya tidak membuat partisi ketiga ini
    PARTISI 3
    • Create As : Primary
    • File System : Linux Swap
  • Contoh partisi memori eksternal berukuran 8GB
  • Setelah semuanya selesai, klik Apply. Nanti akan muncul peringatan seperti ini, kemudian klik Yes
  • Tunggu hingga proses selesai, jika berhasil akan muncul seperti ini
Selamat mencoba :D

Bolehkah Nge-Charge Smartphone dengan Charger Smartphone Lain?


Mungkin banyak diantara kalian yang bertanya-tanya, Sebenarnya boleh gak sih melakukan charging smartphone kita menggunakan Charger yang bukan bawaan. Karena sering kali ketika di suatu tempat dan kita lupa membawa Charger, hal tersebut terjadi.
Jawabannya adalah BOLEH. Kenapa? Ya karena memang tidak apa-apa. Apa jawabannya sesederhana itu? Bisa lebih spesifik? Oke, akan saya jelaskan.
Ketakutan yang kerap menghantui adalah Ampere pada Charger yang tidak sama dengan Charger bawaan smartphone kita. Smartphone dengan Arus 1 Ampere jika di isi menggunakan Charger ber-arus 2 Ampere, Maka Arus yang akan masuk adalah sesuai kebutuhan di Smartphone itu, yaitu 1 Ampere.

Apakah teori tersebut ada buktinya? Tentu saja ada, Itu adalah Ilmu Elektronika Dasar, yang berbahaya adalah jika Voltase Charger-nya lebih besar.
Kebanyakan besar Charger Smartphone sekarang menggunakan Hasil Output sebesar 5 VOLT, Jadi tidak perlu khawatir lagi. Karena yang membedakan adalah Resistansinya, Resistor dalam Charger yang membedakan berapa Arus (Ampere) yang akan dikeluarkan oleh si Charger.

Apa Efek dari Pemakaian Charger dengan Ampere Lebih Tinggi?

TIDAK ADA. Banyak yang mengira itu bisa mempercepat pengisian baterai atau bahkan merusak baterai, Itu tidaklah benar. Sirkuit Listrik pada Smartphone hanya memasukan Arus yang memang dibutuhkan saja. Namun, terkadang pada beberapa Smartphone ada yang dirancang untuk menerima Arus (Ampere) lebih tinggi, sehingga pengisian akan menjadi lebih cepat, Namun tetap aman.

Bagaimana Kalau Pakai Charger yang Ampere-nya Lebih Rendah?

Nah, Kalau yang ini barulah kamu patut waspada, dan Metode ini sangat tidak dianjurkan. Efek buruknya seperti proses Charging yang lama dan ketidak seimbangan Arus yang diterima. Di beberapa Charger Smartphone Model terbaru, ada yang namanya fitur "Fallback", yaitu fitur yang akan mematikan Arus listrik kalau terdeteksi Smartphone yang berusaha mengambil Arus lebih.

Lalu, Kalau Saya Pakai Charger 'Kodok', Gimana?



Yang ini lebih tidak dianjurkan, Perlu kamu ketahui bahwa Charger Kodok atau Charger Universal lainnya tidak bisa mengendalikan arus listrik yang masuk ke baterai, dan parahnya tidak ketahuan kapan baterai itu penuh dan harus dicabut. Efek terburuk dari penggunaan charger ini adalah bocornya baterai, bahkan bisa menyebabkan baterai meledak hingga terbakar.

Bagaimana dengan Port USB di PC atau Laptop?


Port USB pada sebuah PC atau Laptop hanya mengeluarkan Arus sebesar 0.5 Ampere saja. Lalu, Apa boleh digunakan untuk Charging Smartphone kamu? Jawabannya adalah boleh gak boleh. Tergantung pada Smartphone masing-masing, Karena pada Smartphone model terbaru biasanya memiliki dua model Charging, yaitu menerima Arus 2 Ampere dan 0.5 Ampere, sehingga Sirkuit pada Port Charger bisa menyesuaikan berapa besar Arus yang dikeluarkan dari Port USB tersebut.

Jangan Pakai Charger Murahan!

Ya memang sih, Kalau kita mau pakai Charger teman kan gak enak juga kalau harus tanya harga. Tapi bisa kamu siasati dengan pertanyaan "Bro, Lu beli charger ini berapa? Kok bagus yah!", Kalau teman kamu jawab "Oh, itu gue beli di pasar malem bro, 10 ribu doang, katanya lagi cuci gudang". Lebih baik jangan kamu gunakan Charger tersebut, pasalnya Charger itu tidak bisa menjamin kestabilan Arus listrik yang diberikan oleh Charger itu.
Download aplikasi penghemat baterai paling ampuh di sini