Info Ter-Update Seputar Game Mobile (Android & iOS)

Droider's Page View

Search Box Droid

Memuat...

Kamis, 04 Juli 2013

Mitos Seputar Penggunaan Baterai Smartphone & Tab Android

1. Saat baru beli handphone pertama kali harus di cas 

selama 8 Jam?

Pernyataan ini sering dilontarkan oleh penjual handphone, namun apakah saran tersebut perlu dilakukan? Bila berdasarkan buku panduan yang disertakan pada paket penjualan, saya tidak pernah menemukan satu pun (dari berbagai merk HP) yang menyarankan untuk melakukan pengecasan selama 8 jam.
Kesimpulan:
Untuk pengecasan pertama kali tidak perlu sampai 8 Jam karena dari pihak produsen pun tidak menyarankan hal tersebut. Yang biasanya saya lakukan ketika baru membeli HP adalah melakukan pengecasan sampai baterai penuh lalu membiarkannya sekitar 1-2 jam lagi  untuk mengaktifkan sel-sel baterai, tapi tidak sampai 8 jam. Saat pengecasan pertama kali, sebaiknya dalam kondisi hp mati.
Alasan mengapa saya tidak pernah melakukan pengecasan sampai 8 jam adalah:
  1. Pengecasan dalam waktu lama memiliki resiko over charge. Walau semua hp modern memiliki kemampuan untuk memutus arus secara otomatis saat daya sudah penuh, namun tetap saja memiliki resiko kelebihan muatan.
  2. 8 Jam adalah waktu yang lama dan saya sudah tidak sabar untuk utak-atik hp baru he he he :D
Pertanyaan yang berhubungan:
Saya baru beli hanphone baru dan saya rasa performa baterai saya tidak baik (cepat habis), apakah karena saat baru pertama kali saya tidak cas baterai selama 8 jam?
Jawab: Untuk baterai baru, biasanya performanya belum maksimal dan bukan hal yang aneh bila tiba-tiba cepat habis (drop). Performanya akan normal setelah 2-3 kali pemakaian (2-3 kali siklus charging dan discharging). Kalau sampai lebih dari 4 kali proses pengecasan dan baterai tidak berfungsi sebagaimana mestinya, berarti ada masalah pada baterai yang digunakan, namun hal ini lebih dikarenakan proses produksi yang buruk, bukan karena tidak dicas selama 8 jam.

2. Kalau ingin cas, baterai harus dalam kondisi benar-benar habis?

Baterai handphone model lama biasanya berjenis Ni-Mh dan Ni-Cd dan untuk baterai jenis ini memiliki memory effect yang berarti kalau dicas sebelum baterai benar-benar habis dapat menyebabkan berkurangnya kapasitas baterai. Hal inilah yang menyebabkan penjual hp (khususnya yang sudah lama berdagang) menyarankan untuk cas baterai saat kondisi benar-benar habis, padahal kondisi ini sudah tidak berlaku lagi sekarang. Untuk baterai handphone yang digunakan oleh mayoritas handphone dan tablet saat ini (tahun 2013) berteknologi Li-Ion yang dapat dicas kapan saja.
Kesimpulan:
Baterai yang berjenis Li-Ion dapat dicas kapan saja, tidak perlu menunggu sampai benar-benar habis. Malah, untuk baterai jenis ini sebaiknya jangan dibiarkan sampai mati total karena dapat menyebabkan kerusakan sel-sel baterai.

3. Cas baterai sampai full?

Ada yang mengatakan kalau mengisi harus sampai 100% baru dilepas, namun ada juga yang mengatakan tidak masalah bila dicabut kapan saja. Untuk 1 sampai 3 kali pengecasan pertama memang sebaiknya harus sampai full, namun untuk pengecasan selanjutnya, berdasar pengalaman pribadi tidaklah harus dilakukan.
Kesimpulan:
Bila kondisi dan waktunya memungkinkan, isilah baterai sampai 100 %, namun bila tidak bisa, hal ini tidak akan merusak baterai.
Alasan:
Saya memiliki sebuah laptop yang menggunakan baterai berjenis Li-Ion, jenis baterai yang sama digunakan pada ponsel maupun tablet pada umumnya. Pada laptop tersebut terdapat aplikasi bernama “Smart Battery” yang berguna untuk melakukan pengaturan pengisian daya dan memiliki pilihan sebagai berikut: a. Isi sampai 100 %, b. isi sampai 75 %, dan c. isi hanya setengahnya saja (50%). Menariknya, aplikasi tersebut mengatakan bahwa apabila baterai ingin lebih awet, maka pilihlah option b, kalau mau lebih awet lagi, pilihlah option c (isi sampai 50%) yang berarti saat terhubung ke listrik, laptop akan secara otomatis berhenti mengisi ketika baterai sudah 50 %.
Sehari-hari saya menggunakan option C (isi hanya sampai 75%) dan setelah digunakan selama 4 Tahun, puji Tuhan baterai laptop saya sampai saat ini masih dapat berfungsi dengan normal. Memang pasti akan terjadi pengurangan kemampuan, namun masih layak pakai.
Memang laptop dan handphone adalah dua gadget yang berbeda, namun karena sama-sama menggunakan baterai jenis Li-Ion, saya rasa prinsip ini juga berlaku pada perangkat ponsel.
Pertanyaan yang berhubungan:
Apakah kalau sering di cas baterai akan cepat rusak?
Jawab: Apabila kita sering melakukan pengisian tidak sampai 100%, memang secara otomatis intensitas pengecasan akan meningkat. Hal ini secara teori memang memiliki potensi menyebabkan kerusakan dan bahkan beberapa ada yang mengatakan setelah beberapa kali pengecasan, baterai tidak akan dapat digunakan sama sekali, misalnya setelah 1000X pengecasan. Kenyataan-nya hal ini tidak terbukti secara signifikan atau bisa dikatakan, efek-nya tidak seburuk jika dibanding over charge (dicas berlebih) dan jika hp digunakan saat di cas. Jadi, bila memungkinkan dihindari, namun jangan terlalu khawatir dengan hal ini.

4. Boleh cas baterai semalaman (ditinggal tidur)?

Banyak orang yang melakukan kebiasaan mengisi baterai pada malam hari lalu mencabutnya keesokan harinya. Alasannya agar saat hp digunakan untuk bekerja, kuliah atau sekolah dalam kondisi full. Hal ini memang nyaman untuk dilakukan, namun memiliki resiko merusak baterai maupun bahaya yang lain, misalnya kebakaran.
Saya pernah membaca di suatu forum ada pihak yang lumayan berdebat mengenai masalah ini, ada yang bilang aman dilakukan dan yg lain jangan. Akhirnya kedua pihak yang “bertikai” tersebut mengirimkan surel (e-mail) ke customer care (CC) produsen sebuah ponsel merk terkenal (kedua belah pihak menggunakan merk dan tipe hp yang sama). Lucunya jawaban pihak CC pun berbeda, ada yang bilang  aman dilakukan, ada juga yang tidak :D Dan perseteruan itu pun berlanjut (karena tidak ada jawaban yang jelas dari produsen).
Kesimpulan:
Saya pribadi pasti akan mencabut baterai ketika sudah penuh dan tidak akan membiarkan dicas semalaman.
Alasan 1: 
Setiap hp modern pasti dilengkapi pemutus arus otomatis ketika baterai sudah penuh, namun namanya peralatan elektronik pasti bisa saja mengalami kerusakan yang menyebabkan pengisian tidak akan berhenti walau sudah full. Kalau sudah seperti ini, otomatis akan merusak baterai dan lebih parah lagi dapat merusak hardware ponsel.
Alasan 2:
Ketika melakukan proses pengecasan akan timbul panas dan baterai akan semakin panas apabila dipengaruhi hal-hal tertentu misalnya hp tidak dapat sinyal, yang menyebabkan ponsel bekerja ekstra untuk mempertahankan sinyal. Dalam kondisi ekstrem hal ini dapat menyebabkan kebakaran. Saya pernah membaca artikel ada rumah kebakaran dan menimbulkan korban jiwa akibat kebakaran yang disebabkan oleh ponsel yang diletakkan di bantal dengan kondisi di cas. Hal ini harap menjadi perhatian, khususnya bagi Anda yang sering mengecas lalu ditinggal tidur.
Alasan 3:
Lebih hemat listrik. Memang kalau dari tagihan listrik tidak akan terlalu dirasa, tapi apabila 200 juta orang melakukan hal ini, tentu saja termasuk ke dalam kategori pemborosan daya listrik.
Apabila memang Anda membutuhkan kondisi baterai full di keesokan hari, maka bisa menggunakan timer listrik yang banyak dijual di toko listrik atau supermarket. Harganya sekitar 30 ribuan tergantung model dan tipenya. Fungsinya adalah untuk mengatur agar Outlet listrik dapat menyala pada jam tertentu. Gambar timer listrik sebagai berikut:
tips merawat baterai handphone dan tablet
Timer Listrik
Cara pakai (beda tipe timer, bisa berbeda cara pakainya):
  1. Atur timer akan aktif pada jam keberapa dengan menekan bagian pengatur waktu timer. Pada gambar diatas, timer akan aktif setelah 6 jam.
  2. Colok timer ke outlet listrik > timer akan mulai berjalan.
  3. Colok charger ke timer
Pertanyaan yang berhubungan:
Saya sudah cas selama berjam-jam, namun ketika dicabut langsung turun kapasitasnya, kenapa bisa begitu?”
Jawab: Ada tiga kemungkinan. Kemungkinan pertama ada semacam bug (cacat) pada firmware atau sistem operasi handphone / tablet dan hal ini normal. Saya pernah menemukan bug ini pada salah satu tablet keluaran merk terkenal. Ketika indikator sudah full dan charger dicabut, baterai langsung menunjukkan angka 99%. Bila Anda mengalaminya, tidak perlu khawatir karena biasanya bila ada update firmware selanjutnya, masalah ini akan teratasi. Untuk penurunannya biasanya antara 1-2 % saja.
Kemungkinan kedua, kapasitas baterai dengan indikator baterai tidak selaras. Untuk mengatasinya baterai perlu di kalibrasi. Caranya cas baterai sampai indikator full > pakai sampai habis > cas lagi sampai full > pakai lagi sampai mati > cas sampai 100%. Biasanya setelah itu akan normal. Cara yang lain, bisa juga menggunakan aplikasi kalibrasi baterai.
Kemungkinan ketiga, kondisi baterai memang sudah kurang baik. Ditandai dengan setelah cas dicabut, baterai turun antara 10-20%.

5. Cas Baterai dalam kondisi ponsel aktif atau mati?

Idealnya untuk melakukan pengecasan adalah dalam kondisi hp mati. Namun berhubung handphone adalah merupakan alat komunikasi, nampaknya hal ini sulit dilakukan.
Kesimpulan:
Boleh cas baterai dalam kondisi hp aktif, namun jangan menggunakan hp saat sedang dicas (kecuali memang mendesak).
Alasan:
Setiap produsen HP pasti sudah memperhitungkan bahwa bagi banyak orang, tidak mungkin untuk mematikan HP walau sedetik pun, oleh karena itu saya yakin mereka sudah mendesain sedemikian rupa agar ponsel aman utk dilakukan pengisian daya dalam kondisi aktif. Selama ini saya tidak pernah mematikan hp saat dicas.
Catatan:
Apabila pada saat di cas ada panggilan masuk, lebih baik dicabut dulu sebentar nanti setelah selesaikan digunakan, lanjutkan lagi proses pengisian. Hal ini dikarenakan saat dilakukan pengisian daya batre akan menimbulkan panas dan saat digunakan menelpon panas tersebut akan semakin meningkat dan hal ini tidak baik bagi kondisi baterai serta hardware telepon. Selain itu, arus listrik yang masuk dan keluar juga akan tidak stabil.

6. Apakah aman mengisi daya di mobil atau menggunakan power bank?

Hal ini sebaiknya tidak dilakukan, namun memang apabila dibutuhkan masih boleh dilakukan.
Kesimpulan: 
Sebisa mungkin dihindari untuk melakukan pengecasan di mobil maupun pengecasan menggunakan power bank.
Alasan:
Aliran listrik di dalam mobil seringkali tidak stabil dan kondisi ini tidak idel untuk melakukan pengecasan. Apabila menggunakan power bank memang alirannya relatif lebih stabil, hanya saja output voltase maupun arus biasanya tidak sama persis dengan spesifikasi charger bawaan. Efek-nya tidak terlihat dalam waktu sebentar, namun jika sering digunakan dapat memperpendek usia baterai.

7. Apakah boleh menggunakan charger non original atau charger hp lain?

Seringkali orang tidak terlalu memperhatikan charger yang digunakan (termasuk saya :D ) Pikirnya selama port (colokan) chargernya sama, berarti bisa digunakan. Hal tersebut tidak benar dan pada jangka waktu lama dapat merusak baterai maupun ponsel.
Kesimpulan:
Untuk keamanan dan kenyamanan, selalu gunakan charger original.
Alasan:
  1. Pembuat handphone sudah mendesain sebuah charger sesuai dengan yang dibutuhkan.
  2. Pada setiap buku panduan selalu ditemukan peringatan “selalu gunakan charger dan baterai original. Penggunaan charger yang tidak original dapat menyebabkan kerusakan baterai, perangkat, bahkan menyebabkan cedera serius”. Ada baiknya kita mengikuti seperti yang sudah disarankan.
Pertanyaan yang berhubungan:
Apa efek-nya menggunakan charger kw (tidak asli) atau bukan charger bawaan?
Jawab:
  1. Bila digunakan terus menerus dapat menyebabkan kerusakan pada baterai maupun pada hardware ponsel.
  2. Bila arus listrik charger yg digunakan lebih besar maka pengisian akan lebih cepat, namun umur baterai akan menurun. Bila arus listrik charger lebih kecil, pengisian baterai akan memakan waktu lebih lama.
  3. Charger KW biasanya memiliki kualitas yang kurang baik, dan keamanannya tidak terjamin. Saya pernah menggunakan charger palsu dan baru saja dipakai sudah berbau gosong, bila dipaksa dipakai terus menerus bisa menyebabkan kebakaran.
  4. Pada beberapa kasus, penggunaan charger non ori dapat menyebabkan status baterai tidak pernah penuh.
Charger original saya rusak dan saya sulit menemukan penggantinya, bagaimana solusinya?
Jika memang kesulitan mencari charger yang sama, maka carilah pengganti yang memiliki ouput voltase dan arus (ampere) yang sama dan sebaiknya membeli charger yang dikeluarkan resmi oleh produsen telepon (sebaiknya satu merk, tapi kalau tidak ada tidak masalah). Kalau memang juga tidak ada, belilah charger kompatibel yang setidaknya merk-nya jelas atau ada outlet resminya. Selain itu pastikan juga kabel chargernya ujungnya sama persis, sebaiknya handphone dibawa agar bisa dicoba langsung, karena walau mirip belum tentu sama.
Untuk melihat output Voltase (V) dan Arus (mA) dapat dilihat pada badan charger, pastikan antara charger bawaan dengan pengganti memiliki besaran yang sama.
charger blackberry
Keterangan Output Voltase dan Arus pada charger
Pada gambar diatas output charger adalah 5V dan arus 750mA, bila ingin cari penggantinya, carilah yang output-nya sama.

8. Lain-Lain

  1. Selalu jaga kebersihan baterai dan konektornya dari debu maupun kotoran.
  2. Jangan letakkan baterai di tempat lembab.
  3. Baterai termasuk benda yang sensitif terhadap temperatur, jangan letakkan di tempat yang terlalu dingin maupun di tempat yang panas (misalnya dashboard mobil).
  4. Apabila kondisi sinyal kurang baik, selalu hilang (misalnya di basement), sebaiknya handphone dimatikan atau setidaknya layanan data-nya saja yang dimatikan.
  5. Sebaiknya jangan gunakan nada dering dan nada getar berbarengan karena akan membuat boros baterai.
  6. Matikan Bluetooth dan Wi-Fi bila tidak digunakan.

Sumber: harga-hp 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar